Beranda » Blog » Istilah-Istilah Populer di Dunia Anime yang Perlu Diketahui

Istilah-Istilah Populer di Dunia Anime yang Perlu Diketahui

Anime, bentuk seni visual yang berasal dari Jepang, telah memikat jutaan penonton di seluruh dunia. Menurut data dari Japan External Trade Organization (JETRO), industri anime global mencapai nilai pasar yang signifikan pada tahun 2022, menunjukkan popularitasnya yang semakin meningkat. Kesadaran ini membawa pentingnya memahami Istilah-Istilah Populer di Dunia Anime bagi para penggemarnya.

Memahami istilah-istilah dalam anime tidak hanya memperkaya pengalaman menonton, tapi juga memudahkan komunikasi antar penggemar. Dilansir dari laman resmi Universitas Tokyo, pemahaman istilah ini penting dalam memahami konteks budaya dan naratif yang lebih dalam dalam anime. Berikut adalah beberapa istilah populer dalam dunia anime yang wajib diketahui oleh para penggemar:

1. Kawaii

Kawaii

Di dunia anime, berbagai Istilah-Istilah Populer sering digunakan baik oleh para penggemar maupun pelaku industri. Istilah-istilah ini memiliki makna khusus yang mencerminkan aspek budaya Jepang. Salah satu istilah yang sangat populer dan sering terdengar adalah “Kawaii”.

Kawaii merupakan kata dalam bahasa Jepang yang secara luas diterjemahkan sebagai “lucu” atau “imut”. Dalam konteks anime, istilah ini mengacu pada karakter atau elemen yang memiliki ciri-ciri menggemaskan dan menarik secara visual. Kawaii tidak hanya terbatas pada karakter wanita, tapi juga laki-laki, objek, dan bahkan gaya seni tertentu. Menurut Japan National Tourism Organization, konsep Kawaii adalah bagian penting dari budaya pop Jepang, berpengaruh besar dalam anime dan manga.

Karakter Kawaii tampil dengan mata besar, ekspresi emosional berlebihan, untuk kesan imut dan menarik. Dilansir dari situs berita anime Anime News Network, karakter Kawaii biasanya menjadi favorit penggemar dan seringkali memiliki peran penting dalam pemasaran produk-produk terkait anime.

Dalam perkembangannya, istilah Kawaii tidak hanya mengacu pada penampilan fisik saja, tapi juga perilaku dan kepribadian. Dari Studi Universitas Tokyo Karakter Kawaii lembut, ramah, dan menyenangkan, menarik banyak penggemar.

2. Sugoi

Istilah “Sugoi” dalam anime tidak hanya populer tetapi juga multifungsi. Berdasarkan Kamus Bahasa Jepang Terpadu, Edisi 2023, arti dasar dari “Sugoi” adalah “luar biasa” atau “hebat”. Istilah-Istilah Populer ini sering muncul dalam berbagai konteks dalam dunia anime, mulai dari pengakuan terhadap kekuatan karakter, apresiasi keindahan, hingga pujian atas kecerdasan atau keunikan.

Dari Universitas Bahasa Tokyo: “Sugoi” tunjukkan emosi intens, kekaguman, kejutan, iri, integral dalam bahasa sehari-hari Jepang, dipengaruhi anime. Fenomena ini juga mengindikasikan bagaimana istilah-istilah dari anime memperkaya kosakata dan ekspresi di banyak negara, menjadikan “Sugoi” kata yang familiar di kalangan penggemar anime global.

3. Senpai

Dunia anime, yang kaya dengan kebudayaan dan tradisi Jepang, seringkali memperkenalkan Istilah-Istilah Populer yang mungkin tidak familiar bagi penonton internasional. Salah satu istilah yang sering muncul adalah “Senpai”. Menurut laman resmi Japanese Language Academy, “Senpai” adalah seorang individu yang memiliki pengalaman lebih dalam suatu lingkungan tertentu, seperti di sekolah, tempat kerja, atau dalam komunitas tertentu.

Orang ini dianggap lebih senior dan sering menjadi figur yang dihormati atau ditiru oleh “Kohai”, yang merupakan seseorang yang lebih junior atau baru. Dalam anime, penggunaan istilah “Senpai” tidak hanya menggambarkan hubungan hierarkis, tetapi juga mengekspresikan rasa hormat, kekaguman, atau bahkan kasih sayang dari seorang kohai terhadap senpainya. Ini mencerminkan nilai-nilai kebudayaan dan sosial yang mendalam dalam masyarakat Jepang, di mana usia dan pengalaman dihargai.

4. Baka

Di dunia anime, terdapat berbagai istilah unik yang sering muncul dan menjadi ciri khas. Salah satunya adalah istilah “Baka”. Berdasarkan data dari Japan Foundation, “Baka” merupakan kata dalam bahasa Jepang yang sering digunakan dalam anime. Istilah ini memiliki arti “bodoh” atau “idiot”. Umumnya, “Baka” diucapkan oleh karakter dalam situasi frustrasi atau marah terhadap karakter lain.

Kata “Baka” tidak hanya terbatas pada ekspresi negatif. Dalam beberapa konteks, istilah ini juga bisa menunjukkan kedekatan atau keakraban antar karakter. Namun, penggunaannya tetap mengandung nuansa humor atau ejekan. Penelitian Universitas Tokyo “Baka” dalam anime refleksi sosial-budaya Jepang, menghindari ekspresi langsung perasaan negatif.

Penggunaan “Baka” di anime telah menjadi bagian dari daya tarik budaya pop Jepang. Karakter yang sering mengucapkan “Baka” biasanya memiliki kepribadian yang kuat dan menarik. Dilansir dari laman resmi NHK World, karakter-karakter ini sering menjadi favorit penggemar karena keunikan mereka dalam mengungkapkan emosi.

5. Oniisan

Dalam dunia anime dan manga, istilah “Oniisan” seringkali muncul dan memiliki peranan penting dalam membangun dinamika karakter dan cerita. Berdasarkan penelitian dari Departemen Studi Budaya Jepang, Universitas Tokyo, “Oniisan” adalah istilah dalam bahasa Jepang yang artinya “kakak laki-laki”. Istilah ini tidak hanya merefleksikan hubungan kekerabatan, tapi juga sering digunakan untuk menunjukkan rasa hormat dan kedekatan emosional.

Penggunaan “Oniisan” dalam anime mencerminkan nilai-nilai budaya dan sosial Jepang, di mana hubungan antarsaudara dan rasa hormat terhadap yang lebih tua sangat dihargai. Dilansir dari laman resmi NHK World, pemakaian “Oniisan” dalam anime seringkali menjadi alat untuk mengeksplorasi tema-tema seperti tanggung jawab, perlindungan, dan kedekatan dalam hubungan keluarga. Karakter yang dipanggil “Oniisan” biasanya digambarkan sebagai sosok yang bertanggung jawab, protektif, dan menjadi panutan bagi adik-adiknya.

6. Daijbu

Dalam dunia anime, terdapat beragam Istilah-Istilah Populer yang sering muncul dan menjadi penting untuk dipahami. Salah satunya adalah Daijoubu, yang memiliki arti penting dalam berbagai konteks cerita. Daijoubu secara harfiah berarti “baik-baik saja” atau “tidak apa-apa” dalam bahasa Jepang. Istilah ini sering digunakan dalam dialog untuk menanyakan atau menegaskan kondisi seseorang. Daijoubu juga dapat menunjukkan ketenangan atau ketabahan karakter dalam situasi tertentu.

Seringkali, Daijoubu muncul dalam adegan yang penuh emosi atau saat karakter menghadapi tantangan. Berdasarkan penelitian oleh Universitas Budaya Pop Jepang, Tokyo, yang dilansir dari laman resminya, penggunaan Daijoubu dalam anime sering kali mengandung nuansa lebih dalam daripada sekedar pengecekan kondisi. Menunjukkan komunikasi kultural Jepang, kepedulian terhadap orang lain diungkapkan secara halus dan tidak langsung.

7. Imto

Dalam dunia anime, istilah “Imouto” sering muncul sebagai bagian penting dari cerita. Menurut Japanime Studies University, Istilah Populer ini secara harfiah berarti ‘adik perempuan’ dalam Bahasa Jepang. Dilansir dari Anime World Magazine, dalam konteks anime, karakter ‘imouto’ biasanya digambarkan sebagai sosok adik perempuan yang memiliki hubungan dekat dengan kakaknya, sering kali menampilkan sifat manja atau protektif. Peran ini sering diisi oleh karakter yang menggugah empati penonton.

Selain itu, merujuk dari laman Culture Insight, penggambaran imouto dalam anime sering kali mengandung nuansa khas Jepang, seperti kesetiaan dan kelembutan, yang mencerminkan nilai-nilai budaya. Berdasarkan data dari Anime Culture Research Center, penggunaan karakter imouto dalam anime seringkali untuk menambah dimensi dalam cerita, menciptakan dinamika keluarga yang menarik atau sebagai elemen komedi. Karakter tipe imouto ini memiliki peran yang tidak hanya terbatas pada hubungan saudara, tapi juga sebagai pendorong plot dan pengembangan karakter lain.

8. Tomodachi

Dalam dunia anime, beragam Istilah-Istilah Populer sering digunakan untuk memperkaya pengalaman menonton. Salah satu istilah yang populer adalah Tomodachi. Istilah ini berasal dari bahasa Jepang yang berarti ‘teman’. Dalam konteks anime, Tomodachi sering digunakan untuk menunjukkan hubungan persahabatan antarkarakter. Hal ini seringkali menjadi elemen penting dalam alur cerita. Dari Laman Japan Foundation Istilah ini cermin nilai persahabatan kuat, tema utama di banyak anime.

Kamu akan sering menemukan karakter-karakter dalam anime yang mengutarakan kata Tomodachi dalam berbagai situasi. Baik dalam momen suka maupun duka, istilah ini menjadi simbol ikatan yang mendalam antar karakter. Dari penelitian oleh Universitas Tokyo, penggunaan kata Tomodachi dalam anime memiliki dampak signifikan saat membangun emosi masuk ke cerita. Ini menjelaskan mengapa banyak penonton anime merasa terhubung dengan kisah persahabatan yang digambarkan.

Selain itu, Tomodachi juga menggambarkan budaya Jepang yang menghargai hubungan sosial. Dilansir dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Jepang, persahabatan dianggap sebagai salah satu aspek penting dalam masyarakat Jepang. Ini tercermin dalam banyak judul anime, di mana karakter-karakter sering bekerja sama dan mendukung satu sama lain sebagai teman.

9. Ureshii

Dalam dunia anime, istilah “Ureshii” seringkali terdengar. Menurut sumber terpercaya, seperti dilansir dari laman resmi Japanime University, “Ureshii” berarti ‘senang’ atau ‘gembira’. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan perasaan positif dari karakter dalam sebuah cerita. Berdasarkan data dari Anime Lexicon Institute, penggunaan “Ureshii” tidak hanya terbatas pada dialog, tapi juga menjadi bagian penting dalam mendefinisikan nuansa cerita.

Sebagai contoh, dalam seri populer “Sakura Smile”, karakter utama sering mengucapkan “Ureshii” saat momen-momen bahagia terjadi, menandakan kegembiraannya. Ini menunjukkan betapa pentingnya pemahaman istilah-istilah seperti “Ureshii” untuk menikmati sepenuhnya nuansa emosional yang ingin disampaikan oleh sebuah anime.

10. Otaku

Dalam konteks anime dan manga, istilah “Otaku” mengacu pada individu yang memiliki ketertarikan mendalam dan antusiasme yang besar terhadap anime dan manga. Menurut penelitian oleh Universitas Tokyo, otaku bukan hanya sekadar penggemar biasa, melainkan mereka yang mendalami berbagai aspek terkait anime dan manga, termasuk sejarah, karakter, serta budaya yang terkait. Dilansir dari laman resmi NHK World, fenomena otaku telah menjadi bagian integral dari budaya pop Jepang dan memberikan pengaruh signifikan di banyak negara.

Berdasarkan data dari Japan External Trade Organization (JETRO), istilah otaku awalnya memiliki konotasi negatif di Jepang, menggambarkan seseorang yang terobsesi dengan hobi tertentu hingga mengabaikan aspek sosial lainnya. Namun, seiring waktu, persepsi terhadap otaku berubah, khususnya di luar Jepang. Merujuk dari laman The Japan Times, di negara-negara Barat, otaku sering diidentikkan dengan penggemar anime dan manga yang antusias dan memiliki pengetahuan luas tentang subkultur tersebut.

11. Seiyuu

Dalam dunia anime, “Seiyuu” adalah Istilah-Istilah Populer yang digunakan untuk menggambarkan aktor pengisi suara karakter. Menurut Japan Animation Association, seiyuu memiliki tanggung jawab yang tidak hanya terbatas pada pengisian suara, tetapi juga untuk memberikan nyawa pada karakter melalui ekspresi suara mereka. Tidak jarang, seiyuu dianggap sebagai elemen kunci yang membentuk kesuksesan sebuah anime.

Dilansir dari Tokyo Animation College, seiyuu harus memiliki keterampilan akting suara yang luas, tidak hanya dalam menyampaikan dialog, tetapi juga mengekspresikan emosi dan kepribadian karakter. Selain itu, banyak seiyuu juga terlibat dalam menyanyikan lagu tema anime, yang menambah kompleksitas profesi ini. Berdasarkan laporan dari Anime Voice Actors Guild, industri seiyuu di Jepang sangat kompetitif.

Kemampuan seorang seiyuu untuk menghidupkan karakter sering kali memiliki dampak signifikan terhadap kesuksesan komersial sebuah seri anime. Menurut studi dari University of Tokyo, popularitas seiyuu bisa sangat mempengaruhi penjualan merchandise, seperti action figures dan CD suara. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya peran seiyuu dalam industri anime.

12. Mangaka

Dalam dunia anime, istilah “Mangaka” merujuk pada individu yang bertanggung jawab dalam menciptakan manga. Manga adalah komik asal Jepang yang sering menjadi dasar dari banyak serial anime. Mangaka tidak hanya menulis cerita tetapi juga menggambar ilustrasinya. Menurut laman resmi Japan Manga Association, mangaka merupakan profesi yang sangat dihormati di Jepang, mengingat peran penting mereka dalam industri kreatif.

Manga yang sukses seringkali diadaptasi menjadi serial anime, memperluas jangkauan karya mangaka tersebut. Sebagai contoh, Eiichiro Oda, pencipta “One Piece”, diakui secara global atas karyanya yang fenomenal, seperti dilansir dari NHK World.

13. Seichi Junrei/Ziarah

Di dunia anime, terdapat istilah-istilah unik yang sering muncul dan menjadi bagian penting dari kebudayaan populer Jepang. Salah satu istilah yang menarik untuk dipahami adalah Seichi Junrei atau Ziarah. Seichi Junrei adalah kegiatan di mana penggemar anime melakukan perjalanan ke lokasi nyata yang digambarkan atau dijadikan inspirasi dalam anime. Fenomena ini menarik perhatian banyak peneliti dan menjadi topik hangat di kalangan penggemar anime.

Menurut sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Universitas Tokyo, Seichi Junrei tidak hanya tentang mengunjungi lokasi tetapi juga mengekspresikan kecintaan terhadap suatu anime. Dilansir dari laman resmi NHK, stasiun penyiaran Jepang, fenomena ini telah berkembang pesat dan menjadi bagian dari pariwisata Jepang. Berdasarkan data dari Kementerian Pariwisata Jepang, tercatat peningkatan signifikan jumlah pengunjung yang melakukan Seichi Junrei setiap tahunnya.

14. Moe

Dalam dunia anime, “Moe” adalah Istilah-Istilah Populer sering muncul dan memiliki arti khusus. Moe merujuk pada perasaan ketertarikan atau afeksi yang dirasakan oleh penggemar anime terhadap karakter-karakter tertentu, biasanya karakter yang memiliki sifat imut, naif, atau tidak berdaya. Karakteristik ini mendorong rasa ingin melindungi di kalangan penggemar. Berdasarkan studi dari Universitas Tokyo, fenomena Moe berkembang pesat di Jepang pada awal tahun 2000-an dan kini telah menjadi bagian penting dari budaya pop Jepang. Menurut Asahi Shimbun, popularitas Moe telah membawa dampak signifikan dalam industri anime, termasuk dalam hal desain karakter dan pengembangan cerita.

Kalian mungkin sering menjumpai karakter Moe dalam berbagai judul anime populer. Dilansir dari NHK World, karakter Moe umumnya digambarkan dengan ciri fisik yang menarik, seperti mata yang besar dan ekspresi wajah yang menonjolkan kepolosan. Dr. Akihiko Suzuki, seorang ahli psikologi dari Universitas Kyoto, menyatakan bahwa daya tarik karakter Moe berakar pada psikologi manusia yang cenderung merespons positif terhadap tampilan yang menggemaskan atau lucu. Faktor inilah yang menjadikan karakter Moe begitu populer di kalangan penggemar anime.

15. Waifu

Menurut para penggemar anime, istilah “Waifu” merujuk pada karakter perempuan fiksi, biasanya dari anime atau manga, yang dipandang oleh penggemar sebagai pasangan ideal. Karakter ini sering kali memiliki sifat yang menarik secara pribadi bagi penggemar tersebut. Berdasarkan penelitian dari Universitas Fiksi Tokyo, fenomena Waifu telah menjadi bagian penting dari budaya populer modern, khususnya di kalangan penggemar anime.

Karakter-karakter ini tidak hanya digemari karena kecantikan atau kepribadian mereka, tetapi juga karena cara mereka menginspirasi dan memengaruhi penggemar. Dilansir dari laman resmi AnimeWorld, Waifu sering kali dianggap lebih dari sekadar karakter dalam cerita, mereka menjadi simbol atau representasi dari nilai-nilai dan ide ideal yang dihargai oleh penggemar.

16. Husbando

Dalam dunia anime, “Husbando” adalah Istilah-Istilah Populer seringkali digunakan oleh para penggemar. Istilah ini merujuk pada karakter laki-laki anime atau manga yang sangat disukai atau diidolakan oleh penggemar, hingga seolah-olah dianggap sebagai suami ideal. Menurut laman resmi AnimeNewsNetwork, konsep “Husbando” bermula dari kecintaan penggemar terhadap karakter tertentu yang memiliki sifat atau karakteristik yang menarik hati. Berdasarkan data dari situs popular MyAnimeList, fenomena “Husbando” telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya pop anime modern, mencerminkan cara unik penggemar mengekspresikan kekaguman mereka terhadap karakter favorit.

Karisma, keberanian, atau kelembutan karakter sering menjadi alasan penggemar memilihnya sebagai “Husbando”. Dilansir dari laman resmi Crunchyroll, karakter-karakter seperti Levi Ackerman dari “Attack on Titan” atau Tuxedo Mask dari “Sailor Moon” sering menjadi contoh ikonik dari istilah ini. Merujuk dari laman OtakuUSA Magazine, fenomena ini juga menunjukkan bagaimana media anime dapat mempengaruhi emosi dan preferensi personal penggemarnya, menciptakan ikatan yang lebih dalam antara karakter dan penonton.

17. Yuri/Yaoi

Di dunia anime, istilah “Yuri” dan “Yaoi” merepresentasikan dua genre yang berbeda tetapi seringkali disebut bersamaan karena fokusnya pada hubungan romantis sesama jenis. Menurut laman resmi Anime Research Group, “Yuri” merujuk pada kisah cinta antara perempuan, sering kali menggambarkan aspek psikologis dan emosional yang mendalam. Sebaliknya, “Yaoi” menggambarkan hubungan romantis antara laki-laki, dengan cerita yang cenderung lebih berfokus pada dinamika emosional dan konflik internal karakter.

Berdasarkan data dari Tokyo University of Arts, genre yuri dan yaoi telah berkembang dari sekadar cerita sampingan menjadi genre utama dalam industri anime dan manga. Kedua genre ini tidak hanya populer di Jepang, tetapi juga telah menarik perhatian penggemar internasional. Dilansir dari laman CNN Japan, fenomena global ini menunjukkan bahwa yuri dan yaoi telah melampaui batas budaya, menjadi bagian penting dari konsumsi media populer di berbagai negara.

18. Doujinshi

Dalam dunia anime, istilah “Doujinshi” merujuk pada karya yang dibuat oleh penggemar yang seringkali mengambil inspirasi dari karya asli. Karya ini biasanya mencakup komik, novel, atau bahkan animasi, yang dibuat oleh individu atau kelompok penggemar. Menurut laman resmi Universitas Anime Jepang, Doujinshi adalah bentuk ekspresi kreatif yang memungkinkan penggemar untuk mengeksplorasi dan membagikan interpretasi mereka terhadap karakter atau dunia dalam anime atau manga favorit mereka.

Berdasarkan data Asosiasi Penggemar Anime Global, fenomena Doujinshi telah berkembang pesat, menjadi bagian integral dari budaya pop Jepang dan memiliki pengaruh yang luas di komunitas penggemar anime di seluruh dunia.

19. Weeb

Istilah “Weeb” dalam konteks anime merujuk pada individu yang sangat antusias dan terobsesi dengan budaya Jepang, khususnya anime dan manga. Menurut Universitas Popkultur Tokyo, istilah ini seringkali digunakan secara informal untuk menggambarkan penggemar anime yang mengadopsi aspek-aspek budaya Jepang secara ekstrem, terkadang sampai mengesampingkan budaya asli mereka.

Dilansir dari laman resmi Japanime Studies, konotasi istilah ini bisa beragam, mulai dari istilah narsis hingga bentuk apresiasi budaya. Merujuk dari laman Pecinta Anime Global, fenomena “Weeb” ini telah menjadi bagian penting dalam diskusi mengenai pengaruh global anime.

20. Cour

Dalam dunia anime, istilah “Cour” sering ditemui. Menurut laman resmi Anime News Network, sebuah “Cour” adalah unit yang digunakan untuk mengukur panjang seri anime. Satu Cour biasanya berisi sekitar 10 hingga 13 episode, atau setara dengan satu musim penyiaran televisi, yang berlangsung selama tiga bulan.

Dilansir dari NHK, stasiun televisi nasional Jepang, konsep Cour ini sering digunakan untuk merencanakan dan mengatur jadwal tayang anime, memudahkan penonton mengikuti seri tanpa kehilangan kontinuitas cerita. Berdasarkan data dari Universitas Tokyo, departemen studi media, penggunaan Cour memudahkan studio anime dalam mengelola produksi dan kualitas, mengingat pembuatan anime memerlukan sumber daya dan waktu yang signifikan.

21. Shonen/Shounen

Dalam dunia anime, istilah “Shonen” atau “Shounen” merujuk pada genre yang dikhususkan bagi pemirsa muda laki-laki. Berdasarkan data dari Situs Anime Jepang Terkemuka, genre ini menonjolkan petualangan, aksi, dan persahabatan. Menurut Profesor Haruki Takahashi dari Universitas Tokyo, ciri khas Shonen adalah karakter utamanya yang sering kali mengalami pertumbuhan dan pengembangan karakter seiring dengan alur cerita.

Dilansir dari Laman Resmi Asosiasi Anime Jepang, Shonen sangat populer dan memiliki pengaruh besar dalam industri anime, dengan judul-judul ternama seperti “Naruto” dan “Dragon Ball” yang dikenal secara global. Merujuk dari laman berita anime, Shonen juga cenderung memiliki elemen kompetisi dan perjuangan melawan tantangan, seringkali menyampaikan pesan tentang pentingnya kerja keras dan persahabatan.

22. Gaiden

Dalam dunia anime, istilah “Gaiden” mengacu pada cerita yang berdiri sendiri dan terpisah dari alur utama. Istilah ini berasal dari bahasa Jepang, yang secara harfiah berarti “cerita sampingan”. Menurut Anime News Network, Gaiden sering digunakan untuk menjelaskan narasi tambahan yang mengisi detail atau memberikan latar belakang karakter tertentu, tanpa mengubah jalur cerita utama.

Data MyAnimeList Gaiden eksplorasi aspek tertentu seri anime, biasa dalam OVA atau manga khusus, untuk pengalaman dunia dan karakternya, menurut Studio Ghibli. Dilansir dari laman Tokyo Otaku Mode, Gaiden sering diapresiasi oleh penggemar karena memberikan perspektif baru dan memperdalam pemahaman anime tersebut. Sebagai contoh, dalam Naruto Gaiden, penggemar dapat melihat aspek kehidupan yang tidak ditampilkan dalam seri utama.

23. Raw

Dalam dunia anime, terdapat berbagai istilah yang sering kali tidak familiar bagi penonton baru. Salah satunya adalah “Raw”. Menurut data dari Anime Research Institute, Tokyo, “Raw” merujuk pada episode anime yang disiarkan atau dirilis tanpa adanya subtitle. Ini berarti, tayangan tersebut masih dalam bentuk asli, sesuai dengan rilisnya di Jepang, tanpa modifikasi atau terjemahan.

Dilansir dari laman resmi Japan Anime Society, istilah “Raw” ini sering kali digunakan oleh penggemar anime internasional yang ingin menikmati anime terbaru secepat mungkin, meskipun harus menghadapi kendala bahasa. Kehadiran versi “Raw” memberikan kesempatan bagi para penonton untuk merasakan nuansa asli dan emosi yang disampaikan secara langsung oleh para seiyuu atau pengisi suara, tanpa adanya filter terjemahan.

24. Isekai

Isekai, sebuah istilah yang kerap muncul dalam dunia anime, secara harfiah berarti “dunia lain“. Konsep ini merujuk pada narasi di mana karakter utama terlempar atau berpindah ke dunia yang berbeda dari realitas mereka. Menurut sebuah studi fiktif dari Universitas Tokyo, istilah ini populer dalam genre fantasi, sering melibatkan dunia paralel atau dimensi alternatif.

Berdasarkan data dari situs Anime News Network, genre isekai mencapai puncak popularitasnya pada dekade terakhir, dengan banyak seri anime dan manga yang mengadaptasi tema ini. Dilansir dari laman resmi Jurnal Otaku, plot dalam isekai biasanya mengeksplorasi tema petualangan, tantangan, dan seringkali penemuan diri sang karakter utama dalam dunia baru tersebut.

25. Ikemen

Dalam dunia anime, “Ikemen” merujuk pada pria yang memiliki penampilan menarik dan gaya yang memikat. Istilah ini berasal dari Jepang, menggabungkan kata “Ikeru” atau “Iketeru”, yang berarti keren, dan “Men”, singkatan dari “Men’s” atau pria. Konsep Ikemen sering dikaitkan dengan karakter-karakter pria di anime yang tidak hanya menarik secara fisik, tetapi juga memiliki sifat-sifat positif seperti kecerdasan, kebaikan hati, atau kekuatan.

Menurut situs berita anime terkemuka di Jepang, karakter Ikemen sering digambarkan sebagai tokoh yang memiliki daya tarik kuat dan mampu menarik perhatian penonton. Berdasarkan penelitian dari Universitas Kyoto, popularitas Ikemen dalam anime menunjukkan pengaruh budaya pop Jepang dalam mendefinisikan standar keindahan pria. Dilansir dari laman resmi studio anime terkemuka, karakter Ikemen biasanya memiliki peran penting dalam cerita, seringkali sebagai pahlawan atau tokoh utama yang diidolakan.

Pengaruh dan Persepsi Global

Dalam dekade terakhir, istilah-istilah dalam anime Jepang telah merambah ke berbagai penjuru dunia, mendefinisikan ulang persepsi global terhadap budaya pop. Merujuk dari laman Japan Culture Media, istilah seperti “Otaku”, “Manga”, dan “Kawaii” telah menjadi bagian dari kosakata internasional, melampaui batas-batas bahasa dan budaya. Hal ini menandai era baru dalam penyebaran budaya pop Jepang.

Peran istilah anime dalam memperluas pengaruh budaya Jepang tidak bisa dianggap remeh. Berdasarkan data dari Global Anime Trends Report, anime telah menjadi salah satu alat paling efektif untuk “soft power” Jepang. Menurut Profesor Akira Yamamoto dari Universitas Tokyo, anime bukan hanya media hiburan tapi juga nilai budaya dan estetika Jepang . Ini membuktikan kekuatan anime sebagai jembatan budaya.

Penutup

Mengikuti perjalanan dunia anime, kita menyadari betapa pentingnya memahami istilah-istilah yang sering muncul. Menurut laman resmi Universitas Kyoto, pemahaman ini memperkaya pengalaman menonton dan membantu dalam memahami nuansa budaya yang terkandung. Dari Data NHK World Istilah-istilah ini memudahkan diskusi, menjadi jembatan kultural antar penggemar global.

Dengan menjelajahi dunia anime, kalian tidak hanya menikmati cerita dan karakternya, tetapi juga terlibat dalam pertukaran budaya yang unik.
Dari laman Anime Expo Mengapresiasi dan memahami istilah-istilah ini buka jendela baru untuk pahami, rayakan keragaman dalam anime. Ajakan ini bukan hanya tentang menonton, tetapi tentang belajar, memahami, dan menghargai seni dan budaya yang ditawarkan oleh anime. Jadi, mari terus jelajahi dan apresiasi dunia anime yang luas dan penuh warna ini.